Apakah Manchester United Bisa Bangkrut?

0 komentar

 
Manchester United (Getty Images/Alex Livesey) 

Dalam sebuah sesi podcast, pertanyaan yang cukup menggelitik mengemuka: Apakah klub sekelas Manchester United (MU) bisa bangkrut? Secara umum, tentu saja tidak ada yang mustahil di dunia ini.

”Saya setuju, tak ada yang kebal dari yang dialami Glasgow Rangers dan Portsmouth. Situasi juga tidak sehat apabila ada 13-14 klub di Liga Inggris yang terus merugi. Namun Anda juga harus melihat Manchester City yang mengalami kerugian dalam setahun, tetapi mereka (salah satu) klub terkaya di dunia," tutur Philip Beard, ketua eksekutif Rangers yang baru.

MU punya kemampuan menjaring pendapatan yang sangat besar. Sebagai contoh, MU adalah satu-satunya klub yang berhasil menjual paket sponsor di sebidang seragam latihannya. Artinya, MU memiliki kekuatan untuk mengoptimalkan ruang beriklan.
Bukan hanya seragam tandingnya.

Tapi bukankah MU punya utang yang besar?

Betul, kebanyakan orang tahu itu. Fans mereka pun sadar. MU punya utang dan kewajiban lain sebesar 989 juta euro. Dibandingkan dengan nilai skuad MU versi Transfermarkt, angka itu lebih besar 548 juta euro. Jumlah hutang MU juga lebih besar dibandingkan Real Madrid (590 juta), Barcelona (578 juta) dan Arsenal (534 juta).

Namun menurut penjelasan di blog keuangan sepak bola nan berpengaruh Swiss Ramble, jumlah utang MU ternyata tidak masuk dalam kategori merah alias berbahaya.

Selain karena MU mampu melunasi, ternyata sebagian utang Setan Merah adalah jumlah yang tak harus dibayar dan berbentuk kewajiban (liabilities). Misalnya, tiket terusan yang pendapatannya diterima di muka sehingga masuk dalam komponen yang harus dipenuhi sesuai jadwal pertandingan.

Singkatnya,, MU memiliki utang produktif.

Dari segi aset, MU pun ternyata lebih baik dibandingkan 3 klub tadi. Per laporan keuangan mereka masing-masing untuk periode 2011, MU memiliki aset bersih 654 juta euro dan Arsenal 112 juta euro. Adapun Madrid dan Barcelona justru minus. Kalaupun diadu dengan aset bersih yang sudah disesuaikan dengan nilai pasar skuad, MU tetap lebih unggul.

Jangan lupakan pula bahwa MU adalah klub sepak bola dengan merek terbaik bernilai pasar $2,24 miliar berdasarkan analisa majalah Forbes. Di tiga besar merek termahal klub olahraga dunia, MU satu-satunya klub sepak bola.

Dengan berbagai figur finansial tersebut, tidak salah jika Glazer dan keluarganya memutuskan melepas saham MU (IPO) di bursa efek New York (NYSE). Artinya, kemampuan MU menghasilkan pendapatan benar-benar dioptimalkan untuk menyusul pemasukan hak siar televisi, tiket pertandingan dan penjualan suvenir klub.

Jadi, secara finansial, gangguan bagi MU untuk beberapa tahun ke depan selayaknya sangat kecil. Tentu saja, kembali ke pertanyaan awal, bangkrut masih mungkin terjadi dengan diawali oleh menurunnya nilai merek mereka. Terlebih bila skuad "Setan Merah" gagal merengkuh trofi utama terus-menerus — misalnya 7 musim beruntun seperti yang dialami Arsenal.

Musim lalu pun pasukan Sir Alex Ferguson gagal meraih trofi di empat ajang yang diikutinya. Dengan situasi itu, misalnya, MU menemui nasib buruk dengan degradasi. Untuk bangkrut, basis penggemar mereka yang sudah sedemikian kuat akan menjadi aset yang paling berharga sebagai pagar betis.

Kompetisi sepak bola adalah industri yang unik. Selain sebagai bisnis tontonan, dia juga sebagai lahan puncak pembinaan pemain di negara tertentu (dan belakangan lintas batas negara) serta sebagai pentas budaya masyarakat tertentu. Kepiawaian mengelola prestasi dan manajerial akan menjadi kunci perjalanan klub.

Namun dengan berbagai tantangan dan persaingan ketat di bisnis ini, ternyata jumlah klub Eropa yang bangkrut pun masih sangat sedikit. Belum sampai 10 persen dari jumlah total. Secara umum, para pemilik modal sadar bahwa klub yang mereka miliki bukanlah toko kelontong. Bagi sebagian besar pemodal itu, klub adalah mainan kesayangan mereka. Bahkan berangsur sudah menjadi portofolio prestasi kekayaan mereka. Bagi mereka, ini sudah bukan lagi soal untung atau rugi. Ini soal gairah.

Masalahnya, para pemilik modal inilah yang kadang menjadi kelemahan tersendiri. Mereka adalah para pebisnis besar nan sukses yang penasaran melihat industri sepak bola. Mereka kemudian masuk ke bisnis sepak bola dan menemui fakta bahwa industri ini tak seperti industri yang mereka geluti sebelumnya.

Mereka kaget dan terpaksa memotong kerugian dengan melepas saham klub sehingga melahirkan sebuah guncangan.

Akhirnya, menjadi tidak tepat untuk bertanya apakah kebangkrutan berpeluang menghampiri klub sebesar MU. Yang kini perlu ditanyakan, seberapa rela para pemilik dengan gairah itu (dan juga penggemar) melihat klub kesayangannya mengalami kebangkrutan?

20 Tahun Membelah Bukit Untuk Cinta

0 komentar


Sebuah kisah kepahlawanan sejati diperlihatkan seorang lelaki India. Pasalnya ia bekerja tanpa pamrih, bukan demi julukan 'pahlawan', tak mengeluh sedikit pun ketika tak ada orang yang membantu. Yang penting, orang banyak bisa mengambil manfaat dari hasil kerjanya. Beginilah kisahnya.

Dashrath Manjhi tinggal di sebuah desa terpencil dan terisolasi dari daerah lainnya. Ini dikarenakan letak desanya yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu terjal. Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya di desa ini. Sehingga untuk ke berbagai tempat, para penduduk harus mendaki dan menuruni bukit begitu jauh.

Sudah sering para penduduk setempat menyampaikan keprihatinan mereka kepada pihak pemerintah, para warga minta agar di desa mereka dibangun jalan. Namun permintaan itu sia-sia belaka, pemerintah tak pernah mengabulkannya. Mungkin karena sulitnya struktur geografis di desa itu.

Berbagai usaha mandiri coba dilakukan warga desa untuk membuka jalan baru, namun semuanya gagal. Sampai pada akhirnya seorang Dashrath Manjhi mengambil inisiatif sendiri dan mulai melakukan pekerjaan selevel "Hercules".

Dashrath Manjhi menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membuat jalan yang selama ini dia dan seluruh warga desa minta kepada pemerintah. Bermodalkan alat seadanya seperti pahat, Dashrath Manjhi berhasil membelah bukit batu menjadi dua bagian. Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang.

Apa yang membuat Dashrath Manjhi mampu melakukan pekerjaan yang sangat berat ini selama 20 tahun?


Menurut penuturannya, rasa cinta kepada istrinyalah yang telah memberinya kekuatan untuk memulai pekerjaan berat ini, meskipun dia tidak lagi hidup untuk menyaksikan hasil dari jerih payahnya.

"Istriku, Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku. Saya bekerja di sebuah  peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan." Kata Dashrath Manjhi.

Istri Dashrath Manjhi meninggal karena jatuh sakit dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit mengingat sulitnya perjalanan yang harus di tempuh antara desa mereka dengan Rumah Sakit.

"Cinta saya kepada istri saya adalah percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini. Tetapi keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapan pun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir."

Dia juga mengatakan bahwa waktu pertama kali memulai pekerjaan ini, ia hanya sendirian. "Pada awalnya kebanyakan penduduk desa mengejek apa yang saya lakukan, tapi lama-kelamaan mereka mulai mendukung saya. Ada yang memberi makanan, ada juga yang membelikan peralatan untuk saya bekerja."

"Apa yang saya lakukan adalah untuk semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu. Aku tidak takut akan dijatuhkan hukuman oleh pemerintah atas pekerjaanku ini, sama seperti aku juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari Pemerintah, tutur Dashrath Manjhi.

Ironisnya, Dashrath Manjhi tidak menerima pengakuan apa-apa dari pihak Pemerintah, bahkan ketika ia meninggal dunia di tahun 2007, ia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara, tidak lebih.

"Cinta memang bisa membelah gunung. Cinta pula yang bisa menjadikan bumi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua insan"

Keren, Cewek Cantik Profesinya sebagai Pemulung

0 komentar

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, maka persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja di China amat sangat keras dan sulit. Rupa yang cantik dan menawan belum tentu menjamin seseorang mendapat pekerjaan yang layak di China.

Seperti yang terjadi pada gadis cantik di sebuah propinsi di China. Dia terpaksa menjadi pemulung karena tidak mendapatkan pekerjaan walaupun dia lulusan sekolah menengah atas.


 

  




Kalau di Indonesia, gadis secantik ini walaupun pendidikannya rendah pasti sudah jadi bintang sinetron.

Sumber : anomali-dunia.blogspot.com

 

Misteri Zone © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers